0092: DARAH PERAWAN

Oleh: Watashi Wa Nita Desu




Meski dianggap mitos, darah perawan masih dijadikan patokan para pria mulai dari pemula hingga ‘player’ untuk memberi label keperawan pada perempuan.

Belakangan kaum Adam merasa kecolongan dengan maraknya operasi pengembali keperawanan yang berimbas tak lagi bisa membedakan mana perawan asli dan perawan operasi. Daripada menerka-nerka, mari simak pembeberan Sex Consultant & Rehabilitation Specialist, Dr Ferryal Loetan.

Kaum Adam boleh berbangga karena tak ada istilah perjaka-nggak perjaka, karena tak ada indikatornya. Berbeda dengan kaum Hawa yang punya indikasi darah perawan sebagai penanda sudah tidak perawan lagi. Lantas seberapa penting darah yang disebut-sebut suci itu bagi seorang lelaki?

Pernah dengar cerita suami menceraikan istrinya hanya karena tak keluar bercak darah saat malam pertama? Memang terdengar konyol, tapi itu kenyataannya.

Sebelum membahas darah perawan lebih jauh, kita harus menyeragamkan definisi perawan agar tidak salah kaprah. “Perawan adalah wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual yakni masuknya alat kelamin laki-laki ke dalam kelamin perempuan. Jadi jangan mencampuradukkan dengan bermacam istilah,” jelas Dr. Ferryal membuka obrolannya bersama POPULAR di kliniknya WIN Kamar Sutera, Jalan Boulevard Barat Raya, Blok C No 10-12, Kelapa Gading Square, Jakarta.

Pertanyaannya, kenapa tak selalu berdarah? Menurut Dr Ferryal ada beberapa faktor. “Gadis yang selaput daranya pecah atau robek tidak selalu berdarah karena berhubungan dengan bentuk selaput dara mulai dari yang sangat tipis sampai cukup tebal,” lanjut dokter yang mengisi rubrik seks di radio dan media on-line ini.

Bagaimana rupa selaput dara? Selaput dara letaknya menutupi liang vagina dan yang paling umum dan banyak dijumpai biasanya di tengah-tengah ada bolongnya. Namun ada juga variasi bentuk lainnya, seperti bolong agak ke pinggir, bolong seperti saringan, dan bolong seperti serabut atau jaring laba-laba. Sekadar informasi, bolong pada selaput dara gunanya untuk mengeluarkan darah haid setiap bulan.

Kedua, tergantung dari banyaknya pembuluh darah yang ada di selaput dara karena setiap wanita pasti berbeda. “Jadi pada saat selaput dara robek namun tak mengenai pembuluh darah, pasti tidak akan berdarah. Tapi kalau saat selaput dara robek dan kena pembuluh darah, pecahlah dia dan mengeluarkan darah,” rincinya.

Lalu berapa banyak jumlah darahnya? “Tergantung dari pembuluh darah yang kena, ada yang halus berarti darahnya juga tak terlalu banyak, ada pula yang besar,” paparnya. Robeknya selaput dara juga bisa disebabkan tanpa hubungan seksual yang disebabkan gerakan ekstrem misalnya tari balet, lompat karet, atau naik sepeda. Meski sudah robek selaput daranya, mereka tetap disebut perawan karena belum pernah dimasuki penis.

Memang tak ada yang bisa tahu robek-atau tidaknya selaput dara bahkan sang empunya sekalipun, kecuali dokter ahli dengan cara visum. “Perawan nggak perawan akan sulit untuk dilihat siapapun, hanya dokter ahli yang bisa. Lagipula tidak ada tanda-tandanya seperti yang banyak dikatakan orang dari gaya jalan, bentuk betis, payudara dan macam-macamnya,” katanya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © KAJIAN ISLAM SEPUTAR SEKS - DONK 2014-2015
Ikuti Kami di Facebook & Fans Page