0131..PENYEBAB DAN PENANGANAN ISTIHADHOH



PENYEBAB DAN PENANGANAN ISTIHADHOH

Hingga saat ini penyebab pasti
perdarahan rahim disfungsional
(DUB) belum diketahui secara pasti.
Beberapa kondisi yang dikaitkan
dengan perdarahan rahim
disfungsional, antara lain:

1. Kegemukan (obesitas)
2.Faktor kejiwaan
3. Alat kontrasepsi hormonal
4. Alat kontrasepsi dalam rahim
(intra uterine devices)
5. Beberapa penyakit dihubungkan
dengan perdarahan rahim (DUB),
misalnya: trombositopenia
(kekurangan trombosit atau faktor
pembekuan darah), Kencing Manis
(diabetus mellitus), dan lain-lain
6. Walaupun jarang, perdarahan
rahim dapat terjadi karena: tumor
organ reproduksi, kista ovarium
(polycystic ovary disease), infeksi
vagina, dan lain-lain.

Diagnosa/pemeriksaan

1.Pemeriksaan umum.

Ditujukan untuk mengetahui
berbagai kemungkinan penyebab
terjadinya perdarahan rahim.

a. Pemeriksaan organ reproduksi
(ginekologis)

1. Menyingkirkan kemungkinan
kelainan organ sebagai penyebab
perdarahan abnormal, misalnya:
perlukaan, polip leher rahim,
infeksi, abortus, tumor, dan lain-
lain.

2.Menegakkan diagnosa dengan
kuret (gadis TIDAK lho)

P E N G O B A T A N

Setelah menegakkan diagnosa
(diagnosis?, mohon koreksi) dan
setelah menyingkirkan berbagai
kemungkinan kelainan organ,
teryata tidak ditemukan penyakit
lainnya, maka langkah selanjutnya
adalah melakukan prinsip-prinsip
pengobatan sebagai berikut:

1. Menghentikan perdarahan.
Dengan cara kuret tapi khusus
bagi wanita yang sudah menikah.

2. Mengatur menstruasi agar
kembali normal
Setelah perdarahan berhenti,
langkah selanjutnya adalah
pengobatan untuk mengatur siklus
menstruasi, misalnya dengan
pemberian:
Golongan progesteron: 2×1
tablet diminum selama 10 hari.
Minum obat dimulai pada hari ke
14-15menstruasi.

3. Transfusi jika kadar
hemoglobin (Hb) kurang dari 8 gr%
Yang ini, mau tidak mau
nginap di Rumah Sakit atau klinik.
Oya, hampir ketinggalan, sekedar
diketahui, sekantong darah (250 cc)
diperkirakan dapat menaikkan
kadar hemoglobin (Hb) 0,75 gr%
.Ini berarti, jika kadar Hb ingin
dinaikkan menjadi 10 gr% maka
kira-kira perlu sekitar 4 kantong
darah.

Hm..ada nggak ya jenis obat yang
bisa diberikan?
hm..jelas ada donk..nich infonya…

1. Golongan estrogen.
Pada umumnya dipakai estrogen
alamiah, misalnya: estradiol valerat
(nama generik) yang relatif
menguntungkan karena tidak
membebani kinerja liver dan tidak
menimbulkan gangguan pembekuan
darah. Jenis lain, misalnya: etinil
estradiol, tapi obat ini dapat
menimbulkan gangguan fungsi
liver.

Dosis dan cara pemberian:

a. Estrogen konyugasi (estradiol
valerat): 2,5 mg diminum selama
7-10 hari.
b. Benzoas estradiol: 20 mg
disuntikkan intramuskuler. (melalui
bokong)
c.Jika perdarahannya banyak,
dianjurkan nginap di RS (opname),
dan diberikan Estrogen konyugasi
(estradiol valerat): 25 mg secara
intravenus (suntikan lewat selang
infus) perlahan-lahan (10-15 menit),
dapat diulang tiap 3-4 jam. Tidak
boleh lebih 4 kali sehari.

2. Obat Kombinasi
Obat golongan ini diberikan secara
bertahap bila perdarahannya
banyak, yakni 4×1 tablet selama
7-10 hari, kemudian dilanjutkan
dengan dosis 1×1 tablet selama 3
hingga 6 siklus. *wuih, lamanya*

3. Golongan progesteron
Obat untuk jenis ini, antara lain:
1.Medroksi progesteron asetat
(MPA): 10-20 mg per hari, diminum
selama 7-10 hari.
2. Norethisteron: 3×1 tablet,
diminum selama 7-10 hari.

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © KAJIAN ISLAM SEPUTAR SEKS - DONK 2014-2015
Ikuti Kami di Facebook & Fans Page