0267. NASH NASH SYAR'IYAH TENTANG KEHARAMAN BERJABAT TANGAN

• Ibnu Al-Ihsany

NASH NASH SYAR'IYAH TENTANG KEHARAMAN BERJABAT TANGAN

Pertama:
diriwayatkan dari Imam Bukhori dari 'Aisyah rodliyallohu anha, sesungguhnya beliau berkata :
«Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wasallam menguji orang-orang dari perempuan-perempuan yang beriman yang berhijrah kepada Nabi Muhammad dengan ayat ini, dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰ أَنْ لَا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌالممتحنة ؛ ١٢

Artinya:
Wahai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berdusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakai dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampun kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang".

'Aisyah berkata:
maka seseorang dari perempuan-perempuan yang beriman yang berikrar/mengakui/menetapkan/menyatakan dengan syarat ini, maka Rosulululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda padanya: «Sungguh saya telah membai'atmu dengan ucapan
», Demi Allah, tangan Nabi tidak menyentuh tangan perempuan sama sekali di dalam pembai'atan,
Nabi tidak membai'at mereka kecuali dengan sabdanya:
«Sungguh saya telah membai'atmu atas perkara itu»»
Al-Bukhori 8/488, Al-Qurthuby 18/71, Al-Alusy 28/81, Al-Masir 8/245, Ad-Durr Al-Mantsur 6/209.

Kedua:
Dan Imam Ahmad meriwayatkan dari Umaimah bint Ruqoiqoh, Umaimah berkata:
«Saya datang pada Rosulullah sholallohu alaihi wasallam di dalam golongan perempuan-perempuan untuk berbai'at kepada beliau, kemudian Rosulullah mengambil janji atas kami terhadap hal di Al-Qur'an:Agar kami tidak menyekutukan Allah .............,
dan Rosulullah bersabda:
«dalam hal yang kalian mampu dan kalian taat». Kami berkata: Allah dan Rosulullah lebih menyayangi kami daripada kami sendiri. Kami berkata: Apakah engkau tidak berjabat tangan dengan kami?

Beliau bersabda:
«Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan perempuan, Hanyalah ucapanku terhadap satu perempuan merupakan ucapan terhadap seratus perempuan».
Dikeluarkan Imam Ahmad, Nasa'iy, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzy dan dishohihkan beliau, lihat Ruh Al-Ma'aniy juz 28, hal 81.

Ketiga:
dan di dalam Shohih Muslim diriwayatkan dari 'Aisyah rodliyallohu anha setelah menyebutkan bai'at, 'Aisyah berkata: Ketika orang-orang perempuan yang beriman berikrar dengan hal itu (bai'at) dari ucapan mereka, Maka Rosulullah shollallohu alaihi wasallam bersabda:
«Pergilah kalian! Sungguh saya telah memba'at kalian semua» Dan tidak, Demi Allah, Tangan Rosulullah shollallohu alaihi wasallam tidak menyentuh tangan perempuan sama sekali, selain sesungguhnya Rosulullah membai'at mereka dengan kalam (ucapan), dan Beliau bersabda kepada mereka ketika mengambil janji atas mereka: «Sunggah saya telah membai'at kalian dengan ucapan»
diriwayatkan Imam Muslim, lihat Al-Qurthuby juz 18, hal 71. 

Al-Hafidh Imam Ibnu Hajar berkata: Sabda Rosulullah: 
«Sungguh saya telah membai'atmu dengan ucapan», maksudnya Nabi bersabda membai'at dengan ucapan saja. Tidak berjabat tangan, sebagaimana adat yang berlaku orang-orang laki-laki berjabat tangan ketika membai'at perempuan.
Al-Fath juz 8, hal 488, lihat pula Ruh al-Ma'aniy dan Al-Masir.

Saya berkata:
keseluruhan riwayat menunjukkan bahwa bai'at dilakukan dengan ucapan, tidak ada bukti bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wasallam menjabat tangan perempuan ketika bai'at atau yang lain, Dan Rosululloh shollallohu alaihi wasalam ketika menolak menjabat tangan perempuan sedang beliau adalah orang yang ma'shum (terjaga dari berbuat dosa) hal itu hanyalah sebagai pengajaran kepada umat dan petunjuk bagi mereka dalam menempuh jalan istiqomah, dan ketika Rosulullah yang mana beliau orang yang suci, utama, mulya, yang tidak diragukan kebersihan dan kesucian beliau, dan selamat hatinya, itu tidak berjabat tangan dengan perempuan, dan cukup dengan ucapan dalam membai'at mereka, serta perkara pembai'atan adalah perkara yang besar, maka bagaimana diperbolehkan bagi selain Rosulullah berjabatan tangan dengan perempuan, bahkan syahwat pada selain Rosulullah itu lebih menguasai? Dan fitnah tidak dapat dipercaya, serta setan mengalir di aliran darah mereka?

Dan bagaimana bisa sebagian orang berdalih bahwa sesungguhnya berjabat tangan dengan perempuan itu tidak diharamkan dalam syariat islam?!

 سبحانك هذا بهتان عظيم

Dari: kitab Rowai'ul bayan tafsir ayatil ahkam minal qur'an, juz 2 hal 457-458.

LINK ASAL :
https://www.facebook.com/groups/kiss.donk/permalink/592222260815532/

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © KAJIAN ISLAM SEPUTAR SEKS - DONK 2014-2015
Ikuti Kami di Facebook & Fans Page