0285. NIAT PUASA SUNAH SETELAH ADZAN SUBUH

PERTANYAAN :

Lha Nuur Laila
Assalamualaikum
Maaf saya mau tanya lg ,Apakah boleh kalo seumpama kt lupa niat puasa sunah(bkn wajib), setelah adzan subuh?Krn saya pernah denger itu boleh...Mohon penjelasannya..

JAWABAN :

• Ziif Kaf 
wa'alaikum salam....
Rukun rukun puasa ada dua (2)
1. Niat berniat dengan hati pada malam hari ( dimulai waktu magrib hingga terbit fajar/shubuh) dan di sunnahkan melafadzkan niat denga lisan.
Dan wajib di ulangi setiap malam malam puasa, adapun dalilyang mewajibkan berniat setiap malamnya adalah hadist

ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺒﻴﺖ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻔﺠﺮﻓﻼ ﺻﻴﺎ ﻟﻪ ) ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ , ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﻭ ﺍﺣﻤﺪ )

Artinya :
barang siapa yangtidak berniat semenjak waktu malam sebelum terbit fajar maka tidaklah puasa baginya .
Dan jika sudah berniat puasa, maka tidak membatalkan puasa dengan hal hal yang membatalkan puasa, karena yang dinamakan Puasa adalah menahan diri dari hal hal yang membatalkan puasa sejak waktu fajar.

Maka dapat difahami bahwa wajib berniat puasa pada malam harinya di khususkan kepada puasa wajib (ramadhan, nadzar, kafarah) tidak berlaku kepada puasa sunnah, sebagaimana di jelaskan dalam hadist

ﻫﻞ ﻋﻨﺪﻛﻢ ﻣﻦ ﻏﺬﺍﺀ ﻗﺎﻟﺖ ﻻ ﻗﺎﻝ ﻓﺄﻧﻲ ﺍﺫﺍ ﺍﺻﻮﻡ

Nabi bertanya kepada Siti Aisyah :
apakah ada padamu untuk di makan?

Jawabnya tidak ada,

Rasulullah bersabda jika demikian aku berpuasa.

Maka niat puasa sunnah boleh dilakukan setelah fajar dengan syarat segala syarat syarat puasa telah tercapai ( tidak melakukan hal yang membatalkan puasa) Dalam puasa fardhu maka wajib dita’yin dalam niatnya, (sehaja aku puasa ramdhan esok hari)

( ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﻏﺪ ﺍﺩﺍﺀ ﻓﺮﺽ ﺭﻣﻀﺎ ﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ )

sempurnanya

( ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﻏﺪ ﻋﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ

Jika seseorang berniat ; sahaja aku puasa sebulan ramadhan seluruhnya “ maka sah lah puasa untuk hari pertamanya jua, ( hanya sehari)

adapun jika seseorang makan sahur ( makan dan minum pada malam puasa) Maka hal ini sudah mencukupi sebagai penganti niat puasa dengan pengathuannya akan masuknya bulan ramadhan. Karena telah mendatakan qhasad ( kesengajaan).

2. Menahan diri dari hal hal yang membatalkan puasa.
a. bersenggama ( bersetubuh) baik mengeluarkan sperma atau tidak, dan jika dilakukan pada siang hari ramadhan maka wajib baginya membayar kafarah puasa, sebagaimana dijelaskan ulama dalam kitab Tuhfatul muhtaj

ﻭَﻫِﻲَ ( ﺃَﻱْ: ﺍﻟْﻜَﻔَّﺎﺭُﺓَ )ﻋِﺘْﻖُ ﺭَﻗَﺒَﺔٍ ﻣُﺆْﻣِﻨَﺔٍ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﺠِﺪْ ﻓَﺼِﻴَﺎﻡُ ﺷَﻬْﺮَﻳْﻦِ ﻣُﺘَﺘَﺎﺑِﻊِﻦْﻳَ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﺈِﻃْﻌَﺎﻡُ ﺳِﺘِّﻴﻦَ ﻣِﺴْﻜِﻴﻨًﺎ( ﻛَﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺨَﺒَﺮِ ﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻖِ ﻭَﺳَﻴَﺄْﺕِﻱ ﺑَﻴَﺎﻥُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺜَّﻠَﺎﺙَﺓِ ﻭَﺷُﺮُﻭﻃُﻪﺍَ ﻭَﺻِﻔَﺎﺗُﻪﺍَ ﻓِﻲ ﺑَﺎﺏِ ﺍﻟْﻜَﻔَّﺎﺭِﺓَ ) ﻓَﻠَﻮْ ﻋَﺠَﺰَ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺠَﻤِﻴﻊِ ﺍﺳْﺘَﻘَﺮَّﺕْ( ﻣُﺮَﺗَّﺒَﺔً ) ﻓِﻲ ﺫِﻣَّﺘِﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﻇْﻬَﺮ(ِ

kifarat ini termasuk kifarat tartib (harus berurutan) diantara ketiganya. dan ketika tidak (belum) mampu, maka TETAP baginya menanggung hutang kifarat terrsebut, karena masalah ini termasuk HUQUUQULLOH /hak-hak Alloh.
(tuhfatul muhtaj 3/452)
(memerdekan budak, puasa dua bulan secara berurutan dan Memberi makan kpd orang miskin atau faqir sbnyak 60 orang ( wajib secara tertib)

b. mengeluarkan sperma ( mani ) dengan sengaja, maka sebab mimpi tidak membatalkan puasa.
c. Sengaja muntah kecuali tidak dapat menahannya ( yang karena sakit)

ﻣﻦ ﺫﺭﻋﺔ ﺍﻟﻘﻲﺀ ﻓﻠﻴﺲ ﻗﻀﺎﺀ ﻭﻣﻦ ﺍﺳﺘﻘﺎﺀ ﻓﻠﻴﻘﺾ ) ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺍﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﻣﻦ ﺍﺑﻰ ﻫﺮﻳﺮﺓ )

Barang siapa yng terpeksa muntah tidaklh qhada atasnya dan barang siapa yang sengaja muntah maka hendaklah diqhadanya.

d. Memasukkan sesuatu ke dalam rongga ( semua lubang yang terbuka : hidung, mulut, telinga, vagina, puting susu (wanita)dubur ) maka membatalkan puasa ,adapun memasukkan jarum ke tubuh ( suntik ) tidak membatalkan puasa jika tidak sampai kepada rongga di dalam tubuh.

ﻭَﻟَﻮْ ﺍَﻭْﺻَﻞَ ﺍﻟﺪَّﻭَﺍﺀَ ﺍِﻟَﻰ ﺩَﺍﺧِﻞِ ﺍﻟَّﻠﺨْﻢِ ﺍَﻭْ ﻟِﺠَﺮَﺍﺣَﺔٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﺳَّﺎﻕ ﻏَﺮَﺯَ ﻓِﻴْﻪِ ﺳِﻜَّﻴْﻨًﺎ ﻭَﺻَﻠَﺖْ ﻣُﺤَّﻪُ ﻟَﻢْ ﻳُﻔْﻄِﺮْ ﻷَِﻧَّﻪُ ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺠَﻮْﻑٍ

Orang yang berpuasa dan disuntik, puasanya tidak batal, sebab obat yang dimasukan melalui injeksi itu adalah ke dalam daging dan tidak ke dalam rongga badan.
Al Mahali, dari Kitab Al Qalyubi juz 2 halaman 56

ﻭَﻟَﻮْ ﻃَﻌَﻦَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﺍَﻭْ ﻃَﻌَﻨَﻪُ ﻏَﻴْﺮُﻩُ ﺑِﺎِﺫْ ﻧﻪِ ﻓَﻮَﺻَﻞَ ﺍﻟﺴِّﻜِﻴْﻦُ ﺟَﻮْﻓَﻪُ ﺃَﻓْﻄَﺮَ .

-Dan andaikata seorang menikam dirinya sendiri atau orang lain menikam dirinya dengan idzinnya,kemudian pisaunya sampai pada rongga, maka hal itu membatalkan puasanya.
Qalyubi juz 2 halaman 56

e. Dan juga membatalkan puasa jika masuk air kedalam rongga ( telingga ) mandi di kolam/sungai dengan cara menyelam, karena menyelam adalah unsur kesengajaan.

LINK DISKUSI :
https://www.facebook.com/groups/545259458845146?view=permalink&id=592659947438430&refid=18&_ft_

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © KAJIAN ISLAM SEPUTAR SEKS - DONK 2014-2015
Ikuti Kami di Facebook & Fans Page