0302. SHALAT : BAB II

Humas Kiss

SHOLAT II,TERJEMAH MATAN TAQRIB.

13 Oktober 2013 pukul 7:30

ﻓﺼﻞ( ﻭﺻﻼﺓ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺳﻨﺔ ﻣﺆﻛﺪﺓ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺄﻣﻮﻡ ﺃﻥ ﻳﻨﻮﻱ ﺍﻻﺋﺘﻤﺎﻡ ﺩﻭﻥ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻭﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﺄﺗﻢ ﺍﻟﺤﺮ ﺑﺎﻟﻌﺒﺪ ﻭﺍﻟﺒﺎﻟﻎ ﺑﺎﻟﻤﺮﺍﻫﻖ ﻭﻻ ﺗﺼﺢ ﻗﺪﻭﺓ ﺭﺟﻞ ﺑﺎﻣﺮﺃﺓ ﻭﻻ ﻗﺎﺭﺉ ﺑﺄﻣﻲ ﻭﺃﻱ ﻣﻮﺿﻊ ﺻﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺑﺼﻼﺓ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻓﻴﻪ ﻭﻫﻮ ﻋﺎﻟﻢ ﺑﺼﻼﺗﻪ ﺃﺟﺰﺃﻩ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﺘﻘﺪﻡ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺇﻥ ﺻﻠﻰ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﺍﻟﻤﺄﻣﻮﻡ ﺧﺎﺭﺝ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻗﺮﻳﺒﺎ ﻣﻨﻪ ﻭﻫﻮ ﻋﺎﻟﻢ ﺑﺼﻼﺗﻪ ﻭﻻ ﺣﺎﺋﻞ ﻫﻨﺎﻙ ﺟﺎﺯ 

Shalat jamaah itu hukumnya sunnah mu'akkad. Makmum harus berniat jadi makmum sedang imam tidak wajib niat menjadi imam. Boleh orang yang merdeka bermakmum pada budak, orang baligh pada yang belum baligh. Tidak sah laki-laki bermakmum pada wanita, orang yang pintar membaca Quran kepada yang buta huruf. Makmum boldh shalat di tempat manapun dari posisi imam di masjid asal imam tahu shalatnya itu hukumnya sah selagi makmum tidak mendahului imam. Apabila imam shalat di masjid sedang makmum di luar masjid yang dekat, dan imam tahu atas halat makmum, dan tidak penghalang antara keduanya hukumnya boleh. 

) ﻓﺼﻞ( ﻭﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺴﺎﻓﺮ ﻗﺼﺮ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﻟﺮﺑﺎﻋﻴﺔ ﺑﺨﻤﺲ ﺷﺮﺍﺋﻂ : ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺳﻔﺮﻩ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﻣﻌﺼﻴﺔ . ﻭﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﺴﺎﻓﺘﻪ ﺳﺘﺔ ﻋﺸﺮ ﻓﺮﺳﺨﺎ . ﻭﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﺆﺩﻳﺎ ﻟﻠﺼﻼﺓ ﺍﻟﺮﺑﺎﻋﻴﺔ. ﻭﺃﻥ ﻳﻨﻮﻱ ﺍﻟﻘﺼﺮ ﻣﻊ ﺍﻹﺣﺮﺍﻡ . ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺄﺗﻢ ﺑﻤﻘﻴﻢ. ﻭﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺴﺎﻓﺮ ﺃﻥ ﻳﺠﻤﻊ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻈﻬﺮ ﻭﺍﻟﻌﺼﺮ ﻓﻲ ﻭﻗﺖ ﺃﻳﻬﻤﺎ ﺷﺎﺀ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﻓﻲ ﻭﻗﺖ ﺃﻳﻬﻤﺎ ﺷﺎﺀ، ﻭﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﺤﺎﺿﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﺃﻥ ﻳﺠﻤﻊ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﻭﻗﺖ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﻣﻨﻬﻤﺎ 

Boleh bagi musafir untuk mengqashar shalat yang empat raka'at menjadi 2 (dua) raka'at dengan 5 (lima) syarat: (a) Bukan perjalanan maksiat. (b) Jarak yang ditempuh mencapai 16 farsakh[1]. (c) Shalat empat raka'at. (d) Niat qashar saat takbiratul ihram (takbir pertama). (e) Tidak bermakmum pada orang mukim. 

Musafir boleh menjamak (mengumpulkan) shalat antara shalat dzuhur dan ashar dalam satu waktu yang mana saja dan antara shalat maghrib dan isya' di waktu mana saja yang disuka.[2] Orang yang bukan musafir juga boleh menjamak shalat dalam keadaan hujan dengan syarat melakukannya di waktu yang pertama. ----------- [1] 16 farsakh kira-kira antara 81 sampai 83 km. [2] Menjamak shalat adalah mengumpulkan dua shalat fardhu dalam 1 (satu) waktu. Seperti, shalat dhuhur dan ashar dan maghrib dan isya'. Melakukan shalat dzuhur dan maghrib isya' di waktu dzuhur atau maghrib disebut jamak taqdim. Sedang melakukan shalat dzuhur dan maghrib isya' di waktu ashar atau isya' disebut jamak ta'khir. 

ﻓﺼﻞ( ﻭﺷﺮﺍﺋﻂ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ: ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻭﺍﻟﺒﻠﻮﻍ ﻭﺍﻟﻌﻘﻞ ﻭﺍﻟﺤﺮﻳﺔ ﻭﺍﻟﺬﻛﻮﺭﻳﺔ ﻭﺍﻟﺼﺤﺔ ﻭﺍﻻﺳﺘﻴﻄﺎﻥ. ﻭﺷﺮﺍﺋﻂ ﻓﻌﻠﻬﺎ ﺛﻼﺛﺔ : ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﺒﻠﺪ ﻣﺼﺮﺍ ﺃﻭ ﻗﺮﻳﺔ. ﻭﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻌﺪﺩ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ. ﻭﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﺑﺎﻗﻴﺎ ﻓﺈﻥ ﺧﺮﺝ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﺃﻭ ﻋﺪﻣﺖ ﺍﻟﺸﺮﻭﻁ ﺻﻠﻴﺖ ﻇﻬﺮﺍ ﻭﻓﺮﺍﺋﻀﻬﺎ ﺛﻼﺛﺔ: ﺧﻄﺒﺘﺎﻥ ﻳﻘﻮﻡ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﻭﻳﺠﻠﺲ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻭﺃﻥ ﺗﺼﻠﻰ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻓﻲ ﺟﻤﺎﻋﺔ . ﻭﻫﻴﺌﺎﺗﻬﺎ ﺃﺭﺑﻊ ﺧﺼﺎﻝ : ﺍﻟﻐﺴﻞ ﻭﺗﻨﻈﻴﻒ ﺍﻟﺠﺴﺪ ﻭﻟﺒﺲ ﺍﻟﺜﻴﺎﺏ ﺍﻟﺒﻴﺾ ﻭﺃﺧﺬ ﺍﻟﻈﻔﺮ ﻭﺍﻟﻄﻴﺐ. ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ: ﺍﻹﻧﺼﺎﺕ ﻓﻲ ﻭﻗﺖ ﺍﻟﺨﻄﺒﺔ ﻭﻣﻦ ﺩﺧﻞ ﻭﺍﻹﻣﺎﻡ ﻳﺨﻄﺐ ﺻﻠﻰ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﺧﻔﻴﻔﺘﻴﻦ ﺛﻢ ﻳﺠﻠﺲ 

Syarat wajibnya shalat Jum'at ada 7 (tujuh) perkara: (a) Islam (b) Baligh (c) Berakal sehat (d) Merdeka (e) Laki-laki (f) Sehat (g) Bertempat tinggal tetap (istithan, mustautin) 

Syarat melaksanakan shalat Jumat ada 3 (tiga): (a) Adanya tempat itu berupa kota atau desa. (b) 40 jamaah Jum'at harus terdiri dari ahli Jum'at (yang diwajibkan shalat Jum'at) (c) Waktunya cukup untuk melaksanakan shalat. Apabila waktunya habis atau syarat tidak terpenuhi, maka diganti shalat dzuhur. 

Fardhu-nya shalat Jum'at ada 3 (tiga) yaitu: (a) Adanya dua khutbah yang dilakukan dengan berdiri. (b) Duduk di antara 2 (dua) khutbah. (c) Shalat dua rokaat secara berjamaah 

Perilaku yang disunnahkan dalam Jum'at ada 4 (empat): (a) Mandi keramas dan Membersihkan badan (b) Mengenakan pakaian putih. (c) Memotong kuku (d) Memakai wewangian. Dan disunnahkan diam di waktu khutbah. Apabila orang masuk masjid saat imam sedang khutbah hendaknya dia shalat 2 (dua) rokaat yang ringan kemudian duduk. 

ﻓﺼﻞ( ﻭﺻﻼﺓ ﺍﻟﻌﻴﺪﻳﻦ ﺳﻨﺔ ﻣﺆﻛﺪﺓ ﻭﻫﻲ: ﺭﻛﻌﺘﺎﻥ ﻳﻜﺒﺮ ﻓﻲ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﺳﺒﻌﺎ ﺳﻮﻯ ﺗﻜﺒﻴﺮﺓ ﺍﻹﺣﺮﺍﻡ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﺧﻤﺴﺎ ﺳﻮﻯ ﺗﻜﺒﻴﺮﺓ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ. ﻭﻳﺨﻄﺐ ﺑﻌﺪﻫﺎ ﺧﻄﺒﺘﻴﻦ ﻳﻜﺒﺮ ﻓﻲ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﺗﺴﻌﺎ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﺳﺒﻌﺎ. ﻭﻳﻜﺒﺮ ﻣﻦ ﻏﺮﻭﺏ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻣﻦ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻳﺪﺧﻞ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻓﻲ ﺍﻷﺿﺤﻰ ﺧﻠﻒ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﺍﻟﻤﻔﺮﻭﺿﺎﺕ ﻣﻦ ﺻﺒﺢ ﻳﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﺼﺮ ﻣﻦ ﺁﺧﺮ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﺘﺸﺮﻳﻖ 

Shalat dua hari raya --Idul Fitri dan Idul Adha-- hukumnya sunnah muakkad. Shalat ied terdiri dari 2 (dua) raka'at. Dengan takbir 7 (tujuh) kali selain takbirotul ihram pada rakaat pertama dan takbir lima kali pada rokaat kedua selain takbir untuk berdiri. Setelah selesai shalat wajib adanya khutbah dua. Khutbah pertama takbir 9 (sembilan) kali dan khutbah kedua takbir 7 (tujuh) kali. Sunnah membaca takbir sejak terbenamnya matahari pada malam hari raya sampai imam masuk ke masjid untuk shalat. Sedang dalam idul adha hendaknya membaca takbir setelah shalat fardhu sejak paginya hari Arafah sampai Ashar-nya hari tasyriq (tanggal 11, 12, 13 Dzul Hijjah). 

ﻓﺼﻞ( ﻭﺻﻼﺓ ﺍﻟﻜﺴﻮﻑ ﺳﻨﺔ ﻣﺆﻛﺪﺓ ﻓﺈﻥ ﻓﺎﺗﺖ ﻟﻢ ﺗﻘﺾ ﻭﻳﺼﻠﻲ ﻟﻜﺴﻮﻑ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﺧﺴﻮﻑ ﺍﻟﻘﻤﺮ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺔ ﻗﻴﺎﻣﺎﻥ ﻳﻄﻴﻞ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﻭﺭﻛﻮﻋﺎﻥ ﻳﻄﻴﻞ ﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﺴﺠﻮﺩ ﻭﻳﺨﻄﺐ ﺑﻌﺪﻫﺎ ﺧﻄﺒﺘﻴﻦ ﻭﻳﺴﺮ ﻓﻲ ﻛﺴﻮﻑ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﻳﺠﻬﺮ ﻓﻲ ﺧﺴﻮﻑ ﺍﻟﻘﻤﺮ 

Shalat gerhana itu sunnah mu'akkad. Apabila tidak melaksanakan tidak perlu mengqadha. Hendaknya shalat gerhana matahari (kusuf) dan gerhana bulan (khusuf) 2 (dua) rokaat. Dalam setiap rakaat berdiri 2 (dua) kali dengan membaca bacaan Quran yang panjang. Dan membaca 2 (dua) ruku' dengan membaca bacaan tasbih yang panjang tanpa sujud. Setelah shalat, membaca dua khutbah. Bacaan bersifat pelan (sirri) untuk gerhana matahari; dan keras (jahr) pada gerhana bulan. 

ﻓﺼﻞ( ﻭﺻﻼﺓ ﺍﻻﺳﺘﺴﻘﺎﺀ ﻣﺴﻨﻮﻧﺔ ﻓﻴﺄﻣﺮﻫﻢ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺑﺎﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻈﺎﻟﻢ ﻭﻣﺼﺎﻟﺤﺔ ﺍﻷﻋﺪﺍﺀ ﻭﺻﻴﺎﻡ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﺛﻢ ﻳﺨﺮﺝ ﺑﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻟﺮﺍﺑﻊ ﻓﻲ ﺛﻴﺎﺏ ﺑﺬﻟﺔ ﻭﺍﺳﺘﻜﺎﻧﺔ ﻭﺗﻀﺮﻉ ﻭﻳﺼﻠﻲ ﺑﻬﻢ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻛﺼﻼﺓ ﺍﻟﻌﻴﺪﻳﻦ ﺛﻢ ﻳﺨﻄﺐ ﺑﻌﺪﻫﻤﺎ ﻭﻳﺤﻮﻝ ﺭﺩﺍﺀﻩ ﻭﻳﻜﺜﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﻭﻳﺪﻋﻮ ﺑﺪﻋﺎﺀ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻫﻮ: "ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺟﻌﻠﻬﺎ ﺳﻘﻴﺎ ﺭﺣﻤﺔ ﻭﻻ ﺗﺠﻌﻠﻬﺎ ﺳﻘﻴﺎ ﻋﺬﺍﺏ ﻭﻻ ﻣﺤﻖ ﻭﻻ ﺑﻼﺀ ﻭﻻ ﻫﺪﻡ ﻭﻻ ﻏﺮﻕ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻈﺮﺍﺏ ﻭﺍﻵﻛﺎﻡ ﻭﻣﻨﺎﺑﺖ ﺍﻟﺸﺠﺮ ﻭﺑﻄﻮﻥ ﺍﻷﻭﺩﻳﺔ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺣﻮﺍﻟﻴﻨﺎ ﻭﻻ ﻋﻴﻨﺎ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺳﻘﻨﺎ ﻏﻴﺜﺎ ﻣﻐﻴﺜﺎ ﻫﻨﻴﺌﺎ ﻣﺮﻳﺌﺎ ﻣﺮﻳﻌﺎ ﺳﺤﺎ ﻋﺎﻣﺎ ﻏﺪﻗﺎ ﻃﺒﻘﺎ ﻣﺠﻠﻼ ﺩﺍﺋﻤﺎ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺳﻘﻨﺎ ﺍﻟﻐﻴﺚ ﻭﻻ ﺗﺠﻌﻠﻨﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺎﻧﻄﻴﻦ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻥ ﺑﺎﻟﻌﺒﺎﺩ ﻭﺍﻟﺒﻼﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻬﺪ ﻭﺍﻟﺠﻮﻉ ﻭﺍﻟﻀﻨﻚ ﻣﺎ ﻻ ﻧﺸﻜﻮ ﺇﻻ ﺇﻟﻴﻚ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺃﻧﺒﺖ ﻟﻨﺎ ﺍﻟﺰﺭﻉ ﻭﺃﺩﺭ ﻟﻨﺎ ﺍﻟﻀﺮﻉ ﻭﺃﻧﺰﻝ ﻋﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﺑﺮﻛﺎﺕ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻭﺃﻧﺒﺖ ﻟﻨﺎ ﻣﻦ ﺑﺮﻛﺎﺕ ﺍﻷﺭﺽ ﻭﺍﻛﺸﻒ ﻋﻨﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻼﺀ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻜﺸﻔﻪ ﺃﺣﺪ ﻏﻴﺮﻙ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﺎ ﻧﺴﺘﻐﻔﺮﻙ ﺇﻧﻚ ﻛﻨﺖ ﻏﻔﺎﺭﺍ ﻓﺄﺭﺳﻞ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﺪﺭﺍﺭﺍ ." ﻭﻳﻐﺘﺴﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﺍﺩﻱ ﺇﺫﺍ ﺳﺎﻝ ﻭﻳﺴﺒﺢ ﻟﻠﺮﻋﺪ ﻭﺍﻟﺒﺮﻕ 

Shalat meminta hujan (istisqo') hukumnya sunnah. Imam hendaknya memerintahkan makmum untuk taubat, sadaqah, keluar dari kedzaliman, berbuat baik pada musuh dan puasa tiga hari kemudian pada hari keempat, imam keluar (ke tanah lapang) bersama mereka dengan memakai pakaian harian serta hati tenang dan tunduk. Imam mengerjakan sholat dua roka’at bersama mereka seperti sholat ‘Id. Setelah sholat dilanjutkan dengan berkhutbah, membalikkan selendangnya, serta memperbanyak do’a dan istighfar. Hendaknya imam berdo’a dengan do’a Rosululloh - shollalloohu ‘alaihi wasallam-, yaitu: Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai siraman yang membawa rahmat dan jangan menjadikannya sebagai siraman yang membawa adzab, kecelakaan, bencana, kehancuran, dan ketenggelaman. Ya Allah, (jadikanlah hujan ini) meresap di bukit dan onggokan tanah serta menyirami akar-akar tumbuhan dan lembah-lembah. Ya Allah, jauhkanlah dari kami dan janganlah menjadi bencana bagi kami. Ya Allah, (jadikanlah hujan ini) meresap di bukit dan onggokan tanah serta menyirami akar-akar tumbuhan dan lembah-lembah. Ya Allah, jauhkanlah dari kami dan janganlah menjadi bencana bagi kami. Ya Allah, turunkan kepada kami hujan deras, yang menyenangkan, mengalir luas lagi lebat dan merata sampai hari kiamat. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami dan janganlah jadikan kami termasuk orang-orang yang putus asa. Ya Allah, sesungguhnya para hamba(Mu) dan negeri-negeri mengalami kelelahan, kelaparan, dan kesempitan yang tidak bisa kami adukan kecuali kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkanlah untuk kami tanaman- tanaman dan perbanyaklah untuk kami susu (hewan peliharaan kami). Turunkanlah kepada kami berkah langit dan tumbuhkanlah untuk kami berkah bumi. Hilangkanlah musibah dari kami. Tidak ada yang mampu menyibakkannya selain Engkau. Ya Allah, kami memohon ampunan-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. Turunkanlah kepada kami banyak hujan dari langit. Apabila air telah mengalir, hendaknya mandi di lembah dan bertasbih untuk kilat dan petir. 

ﻓﺼﻞ( ﻭﺻﻼﺓ ﺍﻟﺨﻮﻑ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺿﺮﺏ ﺃﺣﺪﻫﺎ : ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻌﺪﻭ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﺟﻬﺔ ﺍﻟﻘﺒﻠﺔ ﻓﻴﻘﻬﺮﻫﻢ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻓﺮﻗﺘﻴﻦ: ﻓﺮﻗﺔ ﺗﻘﻒ ﻓﻲ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﻌﺪﻭ ﻭﻓﺮﻗﺔ ﺧﻠﻔﻪ ﻓﻴﺼﻠﻲ ﺑﺎﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺧﻠﻔﻪ ﺭﻛﻌﺔ ﺛﻢ ﺗﺘﻢ ﻟﻨﻔﺴﻬﺎ ﻭﺗﻤﻀﻲ ﺇﻟﻰ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﻌﺪﻭ ﻭﺗﺄﺗﻲ ﺍﻟﻄﺎﺋﻔﺔ ﺍﻷﺧﺮﻯ ﻓﻴﺼﻠﻲ ﺑﻬﺎ ﺭﻛﻌﺔ ﻭﺗﺘﻢ ﻟﻨﻔﺴﻬﺎ ﻭﻳﺴﻠﻢ ﺑﻬﺎ. ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻲ: ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺟﻬﺔ ﺍﻟﻘﺒﻠﺔ ﻓﻴﺼﻔﻬﻢ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺻﻔﻴﻦ ﻭﻳﺤﺮﻡ ﺑﻬﻢ ﻓﺈﺫﺍ ﺳﺠﺪ ﺳﺠﺪ ﻣﻌﻪ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺼﻔﻴﻦ ﻭﻭﻗﻒ ﺍﻟﺼﻒ ﺍﻵﺧﺮ ﻳﺤﺮﺳﻬﻢ ﻓﺈﺫﺍ ﺭﻓﻊ ﺳﺠﺪﻭﺍ ﻭﻟﺤﻘﻮﻩ. ﻭﺍﻟﺜﺎﻟﺚ: ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺷﺪﺓ ﺍﻟﺨﻮﻑ ﻭﺍﻟﺘﺤﺎﻡ ﺍﻟﺤﺮﺏ ﻓﻴﺼﻠﻲ ﻛﻴﻒ ﺃﻣﻜﻨﻪ ﺭﺍﺟﻼ ﺃﻭ ﺭﺍﻛﺒﺎ ﻣﺴﺘﻘﺒﻞ ﺍﻟﻘﺒﻠﺔ ﻭﻏﻴﺮ ﻣﺴﺘﻘﺒﻞ ﻟﻬﺎ 

Shalat khauf ada 3 (tiga) macam. Pertama, adanya musuh bukan di arah kiblat. Dalam hal ini imam memisah makmum ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama berdiri menghadap musuh sedang kelompok kedua di belakangnya. Imam shalat dengan kelompok kedua satu rokaat kemudian kelompok kedua menyenmpurnakan shalatnya sendiri dan terus menghadap musuh. Kelompok pertama datang dan imam shalat satu rokaat dengan kelompok pertama yang menyempurnakan shalatnya dan imam mengucap salam dengan kelompok pertama. Kedua, musuh berada di arah kiblat. Imam membariskan makmum dalam dua baris dan melakukan takbirotul ihrom dengan semuanya. Apabila imam sujud, maka ia sujud dengan salah satu shaf/barisan jamaah sedang shat/ barisan yang lain berdiri menjaga. Apabila imam bangun, maka shaf kedua sujud dan ikut menyusul berdiri bersama imam dan barisan yang lain. Ketiga, situasi dalam keadaan sangat menakutkan dan perang sedang berkecamuk. Maka siapapun hendaknya shalat sebisanya baik dalam keadaan sambil jalan kaki atau naik kendaraan, menghadap kiblat atau tidak menghadap kiblat.

LINK ASAL :

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © KAJIAN ISLAM SEPUTAR SEKS - DONK 2014-2015
Ikuti Kami di Facebook & Fans Page