0456. KESUNAHAN MENGADZANI BAYI YANG BARU LAHIR

PERTANYAAN :

Pletem Trueblue ChelseafcEmphatnoel
asalammu'alaikum.....mw tanya nih....kemarin sore,,tepatnya habis maghrib,anak saya telah lahir,alhamdulilah laki2. .pertanyaan saya..apakah boleh orang yg mengadzankan anak saya keluarga sendiri,seperti mertua dsb,,,sebab saya berada di bekasi blum bisa pulang.sedangkan istri saya di lampung...mohon jawabannya..terima kasih....

JAWABAN :

• Ziif Kaf 
wa'alaikum salam......
copas dok piss,,,,,,

>> Alif Jum'an Azend
Adzan untuk Bayi yang Baru Dilahirkan Anak merupakan karunia yang diberikan Allah SWT kepada sebuah keluarga. Namun anak juga merupakan amanah yang mesti dijaga, dirawat serta dididik oleh kedua orang tuanya. Mendidik anak sudah harus dimulai sebelum anak itu lahir kedunia, tidak hanya dilakukan setelah ia besar. Salah satu bentuk pendidikan terhadap anak yang sering dilakukan dalam tradisi masyarakat kita adalah membacakan adzan dan iqamah ketika anak tersebut baru saja dilahirkan. Bagaimana hukumnya melakukan hal tersebut? Apakah pernah diajarkan Rasulullah SAW? Para ulama sepakat bahwa sunnah hukumnya mengumandangkan adzan dan iqamah pada saat seorang bayi terlahir ke dunia.
Dalam Al-Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, juz I, hal 61 dinyatakan bahwa adzan juga disunnahkan untuk perkara selain shalat.
Di antaranya adalah adzan di telinga anak yang baru dilahirkan.
Seperti halnya sunnnah untuk melakukan iqamah di telinga kirinya. Kesunnahan ini dapat diketahui dari sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abi Rafi’ :

ﻋَﻦْ ﺃﺑِﻲ ﺭَﺍﻓِﻊٍ ﺃﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ, ﺭَﺃﻳْﺖُ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠّﻲ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃﺫَّﻥَ ﻓِﻲْ ﺃﺫُﻥِ ﺍﻟﺤُﺴَﻴْﻦِ ﺣِﻴْﻦَ ﻭَﻟَﺪَﺗْﻪُ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ ﺑِﺎﻟﺼَّﻼَﺓِ -- ﺳﻨﻦ ﺃﺑﻲ ﺩﺍﻭﺩ

Dari Ubaidillah bin Abi Rafi’ ia berkata:
" Aku melihat Rasulullah SAW mengumandangkan Adzan di telinga Husain ketika siti fatimah melahirkannya. (Yakni) dengan Adzan shalat."
(HR Abi Dawud).

Lalu tentang fadhilah dan keutamaannya, Sayyid Alawi al- Maliki dalam Majmu’ Fatawa wa Rasa’il menyatakan bahwa mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri hukumnya sunnah. Para ulama telah mengamalkan hal tersebut tanpa seorangpun mengingkarinya.

Sayyid Alawi menyatakan, perbuatan itu ada relevansinya untuk mengusir syaitan dari anak yang baru lahir tersebut. Karena syaitan akan lari terbirit-birit ketika mereka mendengar adzan sebagai mana yang keterangan yang ada dalam hadits. Dengan demikian jelaslah hukum dan fungsi mengumandangkan adzan dan iqamah untuk anak yang baru lahir. kalau lupa nggak diadzani berarti tidak sunnah diqodho, krn yg sunnah itu yg baru saja lahir... Adzan dan iqomah di sini mungkin disamakan pelakunya dg adzan iqomah shalat yg sunnah nya bagi kaum lelaki.

>> Abdurrahman As-syafi'i
wa'alaikum salam wr.wb..
Hukum mengadzani bayi yg baru lahir adalah SUNAH, jadi seandainya lupa, maka tidak jadi apa

ﻭ ﻳﺴﻦ ﺍﻻﺫﺍﻥ ﻭﺍﻻﻗﺎﻣﺔ ﻓﻲ ﺍﺫﻧﻲ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺩ ،ﻭﻳﻜﻮﻥ ﺍﻻﺫﺍﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﻤﻨﻰ ﻭﺍﻻﻗﺎﻣﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﺴﺮﻯ . ﻭﺫﺍﻟﻚ ﻟﻤﺎ ﻗﻴﻞ : ﺍﻥ ﻣﻦ ﻓﻌﻞ ﺑﻪ ﺫﺍﻟﻚ ﻟﻢ ﺗﻀﺮﻩ ﺍﻡ ﺍﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ، ﺍﻱ ﺍﻟﺘﺎﺑﻌﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻦ، ﻭﻟﻴﻜﻮﻥ ﺍﻭﻝ ﻣﺎ ﻳﻘﺮﻉ ﺳﻤﻌﻪ ﺣﺎﻝ ﺩﺧﻮﻟﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻟﺬﻛﺮ . ﻭ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺆﺫﻥ ﺍﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺫﻛﺮﺍ ﻣﺴﻠﻤﺎ، ﻭ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺩ ﺍﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻭﻟﺪ ﻣﺴﻠﻢ ﻻﻥ ﺍﻻﺫﺍﻥ ﻣﻦ ﺟﻤﻠﺔ ﺍﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭ ﺍﻭﻻﺩ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﻣﻌﺎﻣﻠﻮﻥ ﻣﻌﺎﻣﻠﺔ ﺍﺑﺎﺋﻬﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺍﻥ ﻭﻟﺪﻭﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻔﻄﺮﺓ. ﺍﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ ١/٢٦٧

Disunahkan adzan dan iqomah pada ke-2 telinga bayi yg baru dilahirkan.yaitu Adzan dikumandangkan ditelinga kanan,dan iqomah ditelinga kiri.barang siapa yg melakukan hali ini,maka bayi yg baru lahir tsb akan jauh dari gangguan jin.dan sebaiknya pertama kali hal yg didengar oleh bayi yg baru dilahirkan didunia adalah dzikir.Disyaratkan bagi muadzin adalah seorang laki laki,d yg muslim dan bayi yg dilahirkan adalah anak orang islam.karena adzan adalah bagian dari hukum hukum dunia.dan anak2 org2 kafir biasanya berbuat seperti apa yg dilakukan oleh orang tuanya didunia walaupun ia dilahirkan dalam keadaan suci.

>>Bang Toyyib Aja
Gus Alif@ afwan.kalau seumpama saat itu tidak ada satupun laki2 karna pada sibuk bekerja.Apakah wanita tidak sunnah bila mengadzani serta mengiqomahi si bayi?
Mohon bimbingannya gus.

>> Abdurrahman As-syafi'i
boleh wanita mengumandangkan adzan tapi tidak didepan orang laki-laki

ﻓﺎﺋﺪﺓ :، ﻻ ﺗﺠﺰﻱ ﺍﻗﺎﻣﺔ ﺍﻻﻧﺜﻰ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ ﻭ ﺍﻟﺨﻨﺎﺛﻰ ﺑﺨﻼﻓﻬﺎ ﻟﻠﻨﺴﺎﺀ ﻓﺘﺴﻦ، ﻭ ﻳﺤﺮﻭﻡ ﺍﺫﺍﻧﻬﺎ ﺑﺤﻀﺮﺓ ﺭﺟﺎﻝ ﻭﻟﻮ ﻣﺤﺎﺭﻡ، ﻛﻤﺎ ﻟﻮ ﺭﻓﻌﺖ ﺻﻮﺗﻬﺎ ﺑﻪ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻭ ﻗﺼﺪﺕ ﺍﻟﺘﺸﺒﻪ ﺑﺎﻟﺮﺟﺎﻝ ﺍﻭ ﺍﻻﺫﺍﻥ ﺍﻟﺸﺮﻋﻲ ﻭ ﺍﻥ ﻟﻢ ﺗﺮﻓﻊ ﺑﻐﻴﺔ ﺍﻟﻤﺴﺘﺮﺷﺪﻳﻦ ٤٩

Tidak boleh kaum perempuan mengumandangkan iqomah untuk kaum laki-laki dan kaum banci,tetapi disunahkan bila mereka mengumandangkan untk kaum wanita.Kaum perempuan haram mengumandangkan adzan didepan para lelaki meski itu adalah mahromnya.hal ini seperti mutlaqnya keharaman mereka untuk mengeraskan suaranya didepan para lelaki..

>>Bang Toyyib Aja
Ustadz Abdurrahman As-syafi'i@ dari keterangan njengan di atas, bahwa haram perempuan mengumandangkan adzan di hadapan laki2 meskipun itu mahramnya.Terus bagaimana kalau seumpama bayinya itu laki2, apakah laki2 yang di maksud adalah semua laki2 termasuk bayi? Mohon pencerahannya ustadz.
Afwan kalau saya tertalalu bertele- tele, karna saya memang sangat awam ilmu agama.Sekali lagi afwan dan terima kasih.

>> Abdurrahman As-syafi'i
Tidak termasuk..Ibarat org laki2 dewasa yg tidak batal menyentuh anak perempuan yg masih kecil.

>> Alif Jum'an Azend
Tambahan ibaroh :
Sebagaimana yang telah kita maklumi bersama, bahwa termasuk sebagian dari sunnah rasul adalah membacakan adzan dan iqamah tatkala seorang bayi itu dilahirkan, namun karena sangat globalnya hadits tersebut muncul berbagai interpretasi mengenai pelaksanaan adzan dan iqomah tersebut.

Pertanyaan
• Apakah bayi yang terlahir langsung dibacakan azdan dan iqomah atau apakah wajib dimandikan terlebih dahulu mengingat najis yang ada ditubuhnya?

Jawaban
• Bayi yang lahir langsung diadzani tanpa dimandikan terlebih dahulu.

1.ﻣﺼﻨﻒ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺯﺍﻕ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﺮﺍﺑﻊ ﺻﺤﻴﻔﺔ 336 ﺍﻟﻤﻜﺘﺐ ﺍﻹﺳﻼﻣﻰ 7985- ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺯﺍﻕ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻳﺤﻴﻰ ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ ﺃﻥ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﻭﻟﺪ ﻟﻪ ﻭﻟﺪ ﺃﺧﺬﻩ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻓﻲ ﺧﺮﻗﺘﻪ ﻓﺄﺫﻥ ﻓﻲ ﺃﺫﻧﻪ ﺍﻟﻴﻤﻨﻰ ﻭﺃﻗﺎﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﺴﺮﻯ ﻭﺳﻤﺎﻩ ﻣﻜﺎﻧﻪ 2. ﺗﺤﻔﺔ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﻣﻊ ﺣﻮﺍﺷﻲ ﺍﻟﺸﺮﻭﺍﻧﻲ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻷﻭﻝ ﺻﺤﻴﻔﺔ 302 - 303 ﺩﺍﺭﺍﻟﺼﺎﺩﺭ ﻭﻓﻰ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﺮﻭﺽ ﻭﻇﺎﻫﺮ ﺃﻥ ﻣﺤﻞ ﻋﺪﻡ ﻭﺟﻮﺏ ﻏﺴﻞ ﺍﻟﺒﻴﻀﺔ ﻭﺍﻟﻮﻟﺪ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﻌﻬﻤﺎ ﺭﻃﻮﺑﺔ ﻧﺠﺴﺔ ﺍﻧﺘﻬﻰ ﺍﻫـ. ﺳﻢ )ﻗﻮﻟﻪ ﻻ ﻳﺠﺐ ﻏﺴﻞ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺩ ( ﺃﻱ ﻟﻄﻬﺎﺭﺗﻪ ﺑﺪﻟﻴﻞ ﺗﻔﺮﻳﻊ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻟﻪ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﺘﻨﺠﺲ ﺍﻟﺦ ﻟﻜﻦ ﻫﺬﺍ ﻗﺪ ﻻ ﻳﻨﺎﺳﺐ ﻣﻊ ﻗﻮﻟﻪ ﻭﺇﻥ ﻗﻠﻨﺎ ﺍﻟﺦ- ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻗﺎﻝ - ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﺠﺎﺏ ﺑﺄﻧﻪ ﻻ ﺃﺛﺮ ﻟﻠﺘﻼﻗﻲ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺒﺎﻃﻨﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺎﻃﻦ ﺃﻭ ﺃﻧﻪ ﻋﻔﻲ ﻋﻦ ﻣﻼﻗﺎﺗﻪ ﻟﻬﺎ . ﺳﻢ ﻭﻗﺪ ﻳﺠﺎﺏ ﺑﺄﻥ ﺷﺪﺓ ﺍﻟﻀﺮﻭﺭﺓ ﺍﻗﺘﻀﺖ ﺍﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﻛﻤﺎ ﻣﺮ ﻋﻨﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﺍﻟﺨﺎﺭﺝ ﻭﺍﻟﺒﻠﻐﻢ ﺍﻟﻨﺎﺯﻝ ﻋﻦ ﺃﻗﺼﻰ ﺍﻟﺤﻠﻖ . 

http://www.piss-ktb.com/.../1334-mengumandangkan-adzan...

• Sunde Pati 


( وَإِنَّمَا يُشْرَعَانِ لِلْمَكْتُوبَةِ )دُونَ الْمَنْذُورَةِ وَصَلَاةِ الْجِنَازَةِ ، وَالنَّفَلِ وَإِنْ شُرِعَتْ لَهُ الْجَمَاعَةُ فَلَا يُنْدَبَانِ ، بَلْ يُكْرَهَانِ لِعَدَمِ وُرُودِهِمَا فِيهَا نَعَمْ قَدْ يُسَنُّ الْأَذَانُ لِغَيْرِ الصَّلَاةِ كَمَا فِي آذَانِ الْمَوْلُودِ 

tuhfatul muhtaj fi syarhil minhaj juz 5 hal 51

--------------

Sunan tirmidzi vol 4 hal 96

: حدثنا محمد بن بشار حدثنا يحيى بن سعيد و عبد الرحمن بن مهدي قالا أخبرنا سفيان عن عاصم بن عبيد الله ن عن عبيد الله بن أبي رافع عن ابيه قال : رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم أذن في أذن الحسن بن علي حين ولدته فاطمة بالصلاة قال ابو عيسى هذا حديث حسن صحيح

WALLOHU A'LAM

LINK DISKUSI :
https://www.facebook.com/groups/545259458845146?view=permalink&id=613862511984840&_rdr#613873845317040

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © KAJIAN ISLAM SEPUTAR SEKS - DONK 2014-2015
Ikuti Kami di Facebook & Fans Page