0645. KYAI DAN KADES

• Riena Naila Faiza


-tata krama hati-

seorang kades yang masih aktif di kabupaten tetangga datang ke rumah kyai, sebentar lagi masa jabatannya akan habis. ia merasa layak untuk mencalonkan kembali dirinya pada pilkades di desanya.

segala kebaikan dan prestasi dalam membangun desanya ia ceritakan mulai A sampai Z, dan endingnya ia mohon do’a restu dan minta agar jabatan “Kepala Desa” itu tetap dipegangnya, ia ingin menang mutlak, tidak mau dikalahkan pesaing-pesaingnya dalam pilkades nanti.

“soal do’a restu insyaaAllah panjenengan saya doakan, semoga Allah Memberikan yang terbaik untuk panjenengan, selamat dunia akhirat" dawuh kyai

“soal yg kedua... keinginan njenengan agar menang mutlakbisa jadi Kepala Desa lagi, Jangan minta ke saya. kalo njenenganmintanya ke saya, itu namanya salah alamat, karna saya tdak bisa apa-apa kok. soal kekuasaan atau jabatan, itu mutlak kuasanya Allah “Tu’til Mulka Man Tasyaa, Wa Tanzi’ul Mulka Min Man Tasyaa”, mau dikasih atau dicopot pada siapa saja itu terserah Allah" terang kyai

karna kecewa, si tamu-pun akhirnya pamit...

“seperti itulah org yg terhijab dari Allah... otak hati dan jiwanya masih tertambat pada dunia dan pastinya tdk bisa wushul pada Allah” dawuh kyai“iya kyai...” Jawab santri

kyai pun mengutip mutiara hikmah dari syaikh Ibnu Athoillah, dalam Hikam-nya :

ﺗَﻄَﻠُّﻌُﻚَ ﺍِﻟَﻰ ﺑَﻘَﺎﺀِ ﻏَﻴْﺮِﻩِ ﺩَﻟِﻴْﻞٌ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﺪَﻡِ ﻭُﺟْﺪَﺍﻧِﻚَ ﻟَﻪُ, ﻭَﺍﺳْﺘِﻴْﺤَﺎﺷُﻚَ ﻟِﻔُﻘْﺪَﺍﻥِ ﻣَﺎﺳِﻮَﺍﻩُ ﺩَﻟِﻴْﻞٌ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﺪَﻡِ ﻭُﺻْﻠَﺘِﻚَ ﺑِﻪِ

"Keinginanmu untuk tetapnya sesuatu selain Allah itu sebagai bukti bahwa engkau belum bertemu denganNYA, dan kerisauanmu karena kehilangan selain Allah, itu sebagai bukti jika engkau belum wushul kepadaNya” ツ

LINK ASAL :
https://www.facebook.com/groups/kiss.donk/permalink/635579203146504/

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © KAJIAN ISLAM SEPUTAR SEKS - DONK 2014-2015
Ikuti Kami di Facebook & Fans Page