0602. AMALIYAH REBO WEKASAN (MALAM RABU TERAKHIR BULAN SHAFAR)

• Aboe Khidir

Assaalamu Alaikum...

Bismillahirohmanirohi Alhamdulillahirobbil alamin washolaatu wassalamu ala asyrofil mursalin sayyidina muhammadin wa ala alihi washohbihi ajmain (Amma Ba'du)

Berkata Ba'dlul ulama'ilfudlola sesungguhnya semua balahi dan musibah yg diturunkan oleh ALLOH swt, ke semua makhluk yg ada di alam dunia yg setiap tahun di turunkan catatan dari ALLAUHIL MAHFUDZ ke langit pertama pada setiap hari rabu terakhir di bulan shofar (Rabu Wekasan) maka barang siapa yang menulis tujuh ayat ini yang tiap2 ayat di awali dengan SALAMUN

سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَبِّ رَّحِيْمِ . سَلاَمٌ عَلىَ نُوْحٍ فِيْ الْعاَلَمِيْنَ . إِناَّ كَذَالِكَ نَجْزِى اْلمَحْسِنِيْنَ . سَلاَمٌ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ . إِناَّ كَذَالِكَ نَجْزِى اْلمُحْسِنِيْنَ . سَلاَمٌ عَلىَ مُوْسى وَهرُوْنَ . إِناَّ كَذَالِكَ نَجْزِى اْلمُحْسِنِيْنَ . سَلاَمٌ عَلىَ إِلْياَسِيْنَ . إِناَّ كَذَالِكَ نَجْزِى اْلمُحْسِنِيْنَ. سَلاَمٌ طِبْتُمْ فاَدْخُلُوْهاَ خَالِدِيْنَ . سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبىَ الدَّارِ . سَلاَمٌ هِيَ حَتىَّ مَطْلَعِ اْلفَجْرِ.

terus direndam di air, tulisan tersebut lalu di minum pada hari rabu wekasan (utama diminum Bangun tidur sebelum ada makanan masuk kedalam perut) lalu dimandikan, maka insya alloh diselamatkan dari balahi dan musibah yg alloh turunkan pada malam rabu wekasan sebanyak 320 ribu macam penyakit/balahi/musibah,

dan barang siapa yang sholat sunnah 4 roka'at di hari rabu wekasan maka alloh ta'ala akan menjauhkan balahi dan musibah bagi orang yg melaksanakan sholat sunnah sampai tahun berikut nya adapun pelaksanaan sholat sunnah tersebut pada awal waktu dluha atau akhir waktu dluha dan 4 raka'at tersebut dilaksanaka 2 salamNIAT sholat sunnah;

USHOLLI SUNNATAN LIDAF'IL BALA'I MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAHITA'ALA ALLOHU AKBAR

roka'at awwal kedua ketiga dan ke empat ba'da faatihah baca'an nya surat

INNA A'THOINA KAL KAUTSAR 17x
Al-Ikhlash 5x
Al-Falaq-Annas 1x
ba'da salam berdo'a

اللّهُمَّ يَاشَدِيْدَ اْلقُوَّةِ وَيَا شَدِيْدَ اْلمِحَالِ يَا عَزِيْزُ يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ إِكْفِنِي مِنْ جَمِيْعِ شَرِّ خَلْقِكَ يِا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْتَقِمُ يَا مُتَكَرِّمُ يَا مَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ أَنْتَ إِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اَللّهُمَّ بِسِرِّ اْلحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ إِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا اْليَوْمِ وَماَ يُنَزَّلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ اْلمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ اِلبَلاَياَتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ الله ُوَهُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ . حَسْبُناَ الله ُوَنِعْمَ اْلوَكِيْلِ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله ِاْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ

BISMILLAHIROHMANIROHIMALLOHUMMA YA SYADIDAL QUWAA WA YA SYADIDAL MIHALI YA AZIZU YA MAN DZALLAT LI IJJATIKA JAMI'U KHOLQIKA IKFINI MIN SYARRI JAMI'I KHOLQIKA YA MUHSINU YA MUJAMMILU YA MUTAFADDLILU YA MUN'IMU YA MUTAKKARIMU YA MAN LAA ILAHA ILLA ANTA IRHAMNI BIROHMATIKA YA ARHAMA ROHIMINALLOHUMMA BISYIRRIL HASANI WA AKHIHI WAJADDIHI WA ABIHI WA UMMIHI WA BANIHI IKFINI SYARRO HADZAL YAUMI WAMA YANJILU FIHI YA KAAFIYYAL MUHIMMATI YA DAAFI'AL BALIYYATI FASAYAKHFIKAHUMULLOHU WAHUWASSAMI'UL ALIM WAHASBUNALLOHU WANI'MAL WAKIL WALA HAOLA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL ADZIM WASHOLALLOHU ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALA ALIHI WASHOHBIHI WASALLAM (3/7x)

------Intaha Addaerobi alkabir shohifah 77-----

Azimah yang direndam, 7 ayat yang dimulai ayat SALAMUN seperti yang di fhoto ini,,, lebih afdlol ditulis sendiri memakai tinta ja'faron di kertas putih atau di piring putih (polos)


-------------------

Hukum melaksanakan tradisi Rebo Kasan sebagaimana rangkaian diatas adalah sebagai mana melaksanakan tradisi-tradisi lainnya. Artinya dari sudut pandang kegiatan itu sebagai tradisi maka pelaksanaanya tidak bisa dikatakan harom ataupun sunnah apalagi wajib .
(lihat mafahim, sayyid Muhmmad Almaliki hal 339-341).

Bagaimana teknis pelaksanakan ceremoninya dari tradisi itu sendiri yang menentukan status hukumnya. Sesuai dengan diskripsi di atas maka ceremony yang umum dilakukan ada tiga macam: diawali dengan sholat sunnah dan dilanjutkan do’a kemudian meminum air jimat, dan sebagian dilengkapi dengan selamatan. Dalam pembahasan sholat sunnah sudah dipaparkan bahwa sholat sunnah yang memilki sifat fleksibelitas adalah sholat sunnah mutlak. Maka bilamana dalam melakukan sholat tersebut dengan cara sunnah mutlak maka hukumnya boleh dan bisa mendapatkan pahala dari sisi melaksanakan sholat sunnahnya. Sedang bilamana dalam melakukan sholat sunnah tersebut niatnya sunnah rebo kasan atau sholat tolak bala maka hukumnya tidak sah dan berdosa karena telah membuat syariat baru yang tidak dikenal pada masa Rosululloh SAW.

Adapun pembacaan do’a tertentu pada malam atau hari Rabu Kasan maka itu adalah bagian dari pelaksanaan perintah Alloh SWT yang artinya :

”Berdo’alah kalian padaku maka aku kabulkan do’amu”.

Tidak ada larangan do’a yang dilakukan pada waktu atau momentum tertentu, kapanpun dan dimanapun kita berdo’a Alloh SWT mendengar dan mengkabulkan. Lebih jauh Rosululloh SAW. bersabda yang artinya :

”Do’a itu adalah inti dari ibadah”.

mengacu dari hadist tersebut bahwa doa bagian dari ibadah maka barang tentu orang yang melakukannya bisa mendapat pahala dari sisi ini.

Begitupula dengan ritual meminum air jimat. Sebagai seorang yang beriman barang tentu meyakini bahwa tidak satupun bisa mendatangkan manfaat dan madlorot kecuali Alloh SWT. Dan dalam kapasitas sebagai seorang hamba orang yang beriman mesti melakukan upaya/ihktiar untuk mendapatkan manfaat dan terhindar dari madlorot. Keberadaan air jimat adalah dalam kapasitas ikhtiar, sama dengan keberadaan nasi maupun obat-obatan sebagai ikhtiar untuk mendapatkan kenyang dan kesembuhan. Ikhtiar dengan menggunakan air jimat ini pernah pula dilakukan para shohabat pada masa hidupnya Rosululloh SAW.

Sedangkan selamatan dengan membagikan makanan ataupun minuman pada orang lain merupakan suatu perbuatan positif yang sangat dianjurkan oleh Alloh dalam banyak ayat, karena diakui atau tidak tradisi selamatan yang banyak dilakukan oleh masyarakat merupakan wujud dari rasa kepedulian dan kebersamaan yang sangat dianjurkan oleh agama kapanpun dan dimanapun tanpa terkecuali hari Rebo kasan ataupun hari-hari lainnya.

Tradisi Rebo kasan adalah bukan bagian dari ajaran agama atau ibadah. Akan tetapi, merupakan salah satu dari tradisi yang positif. Dimana tradisi itu termotifasi oleh semangat husnudz dzon dan keyakinan yang kuat kepada para auliya’, sebagaimana disebutkan dalam Al-qur’an surat Yunus:62 yang artinya : ”Ingatlah sesungguhnya para wali Alloh tiada merasakan takut tiada pula merasakan sedih”

Segala bentuk ritual yang dilakukan pada Rabu kasan adalah menjadi bagian dari tradisi seperti halnya ulang tahun, tujuh belas agustus, Maulid Nabi, Isro’ Mi’roj dan sebagainya, dimana tinjauan hukumnya sangat bergantung pada teknis pelaksanaan itu sendiri. Adakah pelaksanaan itu sesuai dengan ketentuan syariat ataukah terjadi penyimpangan maka status hukumya mengikuti.

Kepada mereka yang meyakini kebenaran apa yang disampaikan oleh para wali maka hendaknya melakukan ritual-ritual Rebo kasan yang mampu dilaksanakan tanpa harus terkecoh dengan slogan bid’ah maupun syirik karena tidak satupun ajaran dari para wali menyimpang dari ajaran Alloh SWT. Begitupula yang tidak meyakini untuk tidak mudah melakukan tuduhan bid’ah atupun syirik pada mereka yang mengamalkan tuntunan Rebo kasan ini. Semoga kita semuanya senantiasa dalam bimbingan hidayah dan rahmatNya.

Asal Mula Ritual Rebo Kasan

Disebutkan dalam banyak sumber dari referensi Islam Klasik bahwa salah seorang Waliyulloh yang telah mencapai makom kasyaf (mendapatkan ilmu tentang sesuatu yang sulit dimengerti orang lain seperti hal–hal gaib) mengatakan bahwa dalam setiap tahun Alloh SWT menurunkan bala’ sebanyak 320.000 (tiga ratus dua puluh ribu) macam dalam satu malam. Malam itu bertepatan setiap malam Rebo akhir dari bulan Shofar.

Oleh karena itu Wali tersebut memberi nasahat mengajak pada umat untuk bertaqorrub pada Alloh seraya meminta agar dijauhkan dari semua bala’ yang diturunkan pada hari itu. Lebih jauh beliau memberi tuntunan tatacara bertaqorrub dengan rangkaian do’a-do’a yang dalam istilah jawa lebih dikenal sebagai do’a tolak – bala. pada intinya rangakian doa itu diberikan oleh para wali-wali Alloh sebagai upaya memohon kepada Alloh untuk diberikan keselamatan dan di jauhkan dari semua macam bala yang diturunkan pada hari itu. Tata cara dan bentuk do’a yang diberikanpun berbeda – beda dari satu guru keguru yang lain.

Inilah asal muasal ritual Rebo Kasan yang mengakar dan di lakukan oleh masyarakat dari generasi ke generasi.

Disebutkan dalam kitab Nihayatuz Zain karya imam Nawawi Aljawi Albantani yang merupakan syarah atau penjelasan dari kitab matan Fiqih Qurrotul ‘Ain, barang siapa yang menulis ayat salamah tujuh yaitu tujuh ayat Alqur’an yang diawali dengan lafal Salaamun :

“Salaamun Qoulammirrobirrohim, Salaamun ‘ala nuhin fil’alamin, Salaamun ‘ala ibrohiim, Salaamun ‘ala musa wa harun, Salaamun ‘ala ilyasin, Salaamun ‘alaikum thibtum fadkhuluha kholidin, Salaamun hiya hatta mathla’il fajr.”

Kemudian tulisan tersebut dilebur/direndam dengan air, maka barang siapa yang mau meminum air tersebut akan diselamatkan dari baliyyah/bala’ yang diturunkan.

Dalam kitab al 'idyatul hasanah krgn muallim ubaidillah hamdan, kitab nurun uyyun, kitab kanzun najah wassurur krgn asy-syeikh abdul hamid kudus, dijelaskan bahwa menurut pandangn dn pndapat ulama ahli ma'rifat dan ulama mukasyafah, menjelaskan bahwa setiap tahun AllahSWT. menurunkan bala sebanyak 320.000 bala dan semua itu diturunkan padahari terakhir pda bulan shofar.maka dijelaskan dan dianjurkan dalam kitab tersebut siapa orang yang sholat sunnah diwaktu hari itu yang pelaksanaanya sampai dengan batas akhir yaitu masuknya waktu Maghrib, 4 rakaat setiap rokaat setelah membaca surat Alfatihah membaca surat Al-Kautsar 17x dan surat Al-Ikhlas 5x dan membaca Al ma’udzatain masing-masing 1x, kemudian setelah shalat membaca do'a ini,:

ِبسْمِ اللهِ الَّرحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وََعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ أجمعين، اَعُوْذُبِاللهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الزّمَنِ وَاَهْلِهِ وَاَعُوْذُ بِجَلاَ لِكَ وَجَلاَلِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلاَلِ قُدْسِكَ اَنْ تُحِيْرَنِي وَوَالِدَيَّ وَاَوْلاَدِيْ وَاَهْلِيْ وَاَحْبَابِى وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ مِنْ شَرِّ هَذِهِ السَّنَةِ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا وَاصْرِفْ عَنِّى شَرَّ شَهْرِ صَفَرْ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ وَاخْتِمْ لِى فِى هَذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلاَمَةِ وَالعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ وَلِوَالِدَيَّ وَاَوْلاَدِى وَ لأَِ هْلِى وَمَا تَحُوْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِى وَجَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ وَصَلَى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيّدِنَا محمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, semoga sholawat tercurah atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Dan keluarganya dan sahabatnya seluruhnya. Aku berlindung dari keburukan zaman ini dan orang yang berada dizaman ini dan aku berlindung dengan KeagunganMu dan Kemuliaan DzatMu dan kesempurnaan KeagunganMu dan KesucianMu, semoga Kau selamatkan aku dan kedua orang tuaku dan anak-anakku dan keluargaku dan orang-orang yang aku cintai dan orang-orang yang aku sayangi dan palingkanlah dariku keburukan yang ada dibulan shafar, hai Dzat Yang Pemurah RahmatNya.Tutup lah aku dibulan ini dan tahun ini dengan keselamatan dan ‘afiat dan kebahagiaan dan untuk orang tua kami dan anak-anakku dan istriku dan orang-orang yang aku sayangi dan seluruh kaum muslimin, semoga sholawat tercurah atas Nabi Muhammad SAW dan keluarganya dan sahabatnya serta kesejahteraan.atau membaca do'a ini,

بسم الله الر حمن الر حيم وعلى الله تعا لى وعلى سيد نا محمد وعلى اله وصحبه وسلم اللهم يا عزيز ذلت لعز تك جميع خلقك اكفني من جميع خلقك يا محسن يا مجمل يا متفضل يا منعم يا مكرم يا من لا اله الا انت بر حمتك يا ارحم الر حمين, اللهم بسر الحسن واخيه وجد ه وابيه اكفني شر هذا اليو م وما ينز ل فيه يا كا فى فسيكفيكهم الله وهو السميع العليم وحسبنا الله ونعم الو كيل ولا حول ولا قو ة الا با لله العلي العظيم وعلى الله على سيد نا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العا لمين

kemudian membaca surat yasin 1x dan pada ayat سلام قولا من ربّ الرّحيم di ulang sebnyak 313x, dan setelah khatam yasin baca do'a ini:

اللهم صل على سيد نا محمد صلا ة تنجينا بها من جميع الا هوا ل والا فات وتقضى لنا بها جميع الحا جات وتطهر نا بها من اقصى الغا يات من جميع الخيرا ت فى الحيا ت وبعد الممات, اللهم اصرف عنا شر ما ينز ل من السما ء وما يخرج من الا رض انك على كل شئ قدير وصلى الله على سيد نا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العا لمين.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat, perlu di ketahui bahwasanya ini semua adalah ihktiar kita dengan tanpa meyakini bahwasannya suatu hari itu membawa bala dan lain sebagainya. Sedangkan dalam melakukan hal yang telah tersebut diatas hendaklah dengan niatan TAQORRUBAN ILALLAH / DENGAN NIAT UNTUK MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH, DAN BERDOA SERTA memohon kepada Allah agar supaya kita semua di jauhkan dari segala bala’, aafat, penyakit dan segala yang menyengsarakan kita sehingga kita dan keluarga kita semua diberi keselamatan dan kebahagiaan didunia dan akhirat amin… karena pada hakikatnya semua hari dan bulan itu baik.
Namun semuanya kita kembalikan pada Allah. Karena Allahlah yang mengatur segala kehidupan ini.hal ini juga dapat dilihat Dalam kitab Al-Jawahir al-Khoms, Syech Kamil Fariduddin dihalaman ke 5 .

LINK ASAL :
https://www.facebook.com/groups/kiss.donk/permalink/627352200635871/?stream_ref=3

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © KAJIAN ISLAM SEPUTAR SEKS - DONK 2014-2015
Ikuti Kami di Facebook & Fans Page