0572. KISAH ABU YAZID AL_BUSTAMI DAN SE-EKOR ANJING HITAM

• Riena Nailatul Faizatain


KISAH ABU YAZID AL_BUSTAMI DAN SE-EKOR ANJING HITAM

Syahdan, pada zaman dahulu, ada seorang kiai besar yang sangat dihormati. Orang-orang di sekitarnya memanggilnya dengan Kiai Yazid –lengkapnya Kiai Abu Yazid al-Bustami. Santrinya banyak. Mereka belajar di bawah bimbingan Sang Guru. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia; ada yang dari Irak, Iran, Arab, Tanah Gujarat, Negeri Pasai dan sebagainya. Mereka setia dan tunduk patuh atas semua naSihat dan bimbingan Sang Mursyid. Pada suatu hari, Kiai Yazid sedang menyusuri sebuah jalan. Ia sendirian. Tak seorang santri pun diajaknya. Ia memang sedang menuruti kemauan langkah kakinya berpijak; tak tahu ke mana arah tujuan dengan pasti. Ia mengalir begitu saja dengan enjoy di jalan yang lengang nan sepi.

Tiba-tiba dari arah depan ada seekor anjing hitam yang jelek berlari-lari. Awal mula Kiai Yazid merasa tenang-tenang saja, tak terpikirkan bahwa anjing itu akan mendekatnya. Namun, ternyata tiba-tiba anjing itu sudah dekat; di sampingnya. Kiai Yazid –secara spontan– segera mengangkat jubah kebesarannya. Tindakan itu belum jelas maksudnya apakah karena merasa khawatir jangan-jangan nanti bersentuhan dengan anjing yang liurnya najis itu? ataukah karena keangkuhan? Tapi, betapa kagetnya Sang Kiai begitu ia mendengar Si Anjing Hitamyang di dekatnya tadi memprotes:

“tubuhku kering dan aku tidakmelakuakan kesalahan apa-apa!”.
(Mendengar suara Si Anjing Hitam seperti itu, Kiai Yazid masih terbengong: benarkah ia bicarapadanya?! Ataukah itu hanya perasaan dan ilusinya semata? Sang Kiai masih terdiam dengan renungan-renungannya.

Belum sempat bicara, Si Anjing Hitam meneruskan celotehnya:
“Seandainya tubuhku basah, engkau cukup menyucinya dengan air yang bercampur tanah tujuh kali, maka selesailah persoalan di antara kita. Tetapi apabila engkau menyingsingkan jubahmu(kesombonganmu), dirimu tidak akan menjadi bersih walaupunengkau membasuhnya dengan tujuh samudera sekalipun!”.

Setelah yakin bahwa suara tadi benar-benar suara Si Anjing Hitam di dekatnya, Kiai Yazid baru menyadari kekhilafannya. Secara spontan pula, ia bisa merasakan kekecewaan dan keluh kesah Si Anjing Hitam yang merasa terhina. Ia juga menyadari bahwa telah melakukan kesalahan besar; ia telah menghina sesama makhluk Tuhan tanpa alasan yang jelas.

“Ya, engkau benar Anjing Hitam,” kata Kiai Yazid,
“Engkau memangkotor secara lahiriah, tetapi aku kotor secara batiniah. Karena itu,marilah kita berteman dan bersama-sama berusaha agar kita berdua menjadi bersih!”.

Ungkapan Kiai Yazid ini wahai nafsuku, tentu saja, merupakanungkapan rayuan agar Si Anjing Hitam mau memaafkankesalahannya. Jikalau binatang tadi mau berteman dengannya, tentu dengan suka rela ia mau memaafkan kesalahannya itu.

Namun, taukah engkau wahai nafsuku, apa jawab anjing itu?

“Engkau tidak pantas untuk berjalan bersama-sama denganku dan menjadi sahabatku! Sebab, semua orang menolak kehadiranku dan menyambut kehadiranmu. Siapa pun yang bertemu denganku akan melempariku dengan batu, tetapi Siapa pun yang bertemu denganmu akan menyambutmu sebagai raja di antara para mistik. Aku tidak pernah menyimpan sepotong tulang pun, tetapi engkau memiliki sekarung gandum untuk makanan esok hari!”, kata Si Anjing Hitam dengan tenang.

Kiai Yazid masih termenung dengan kesalahannya pada Si AnjingHitam. Setelah dilihatnya, ternyata Si Anjing Hitam telahmeninggalkannya sendirian di jalanan yang sepi itu. Si Anjing Hitam telah pergi dengan bekas ucapannya yang menyayat hati Sang Kiai.
“YA ALLAH, AKU TIDAK PANTAS BERSAHABAT DAN BERJALANBERSAMA SEEKOR ANJING MILIK-MU! LANTAS, BAGAIMANA AKUDAPAT BERJALAN BERSAMA-MU YANG ABADI DAN KEKAL?
Maha Besar Allah yang telah memberi pengajaran kepada yangtermulia di antara makhluk-Mu yang terhina di antara semuanya!”, seru Kiai Yazid kepada Tuhannya di tempat yang sepi itu.

• Sunde Pati

 ومن قصتهانه رأي ربه في المنام وقال يارب كيف الوصول اليك قال اترك نفسك وتعال قال كيف اترك نفسي قال اجعل نفسكمزبلة لعبادي

Artinya

sebagian dari kisahnya yaitu

pada suatu hari Abu yazid al-busthomi bermimpi melihat Tuhan dan berkata,ya Tuhan bagaimana caranya bisa wushul kepadamu? Tuhan menjawab,tinggalkan dirimu dan kemarilah,abu yazid bertanya,bagaimana caranya aku bisa meninggalkan diriku? Tuhan menjawab jadikanlah dirimu sampah untuk melayani para hambaku

LINK ASAL :
https://www.facebook.com/groups/kiss.donk/permalink/628938790477212/

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © KAJIAN ISLAM SEPUTAR SEKS - DONK 2014-2015
Ikuti Kami di Facebook & Fans Page