0499. HARTA SYUBHAT

PERTANYAAN :

Syahri Jaya Sastra
Ass wr wb.Mau nny para ustd n ustdzh sst yg syubhat itu termasuk haram pa gak??
Mator thak's you

JAWABAN :

• Tahta Alfina 
Wa'alaikumus salaam ,

http://www.alkhoirot.net/.../hukum-harta-campuran-halal...

Hadits sahih riwayat Bukhari Muslim:

فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه، ومن وقع في الشبهات وقع في الحرام، كالراعي يرعى حول الحمى يوشك أن يقع فيه

Artinya: Barangsiapa yang takut syubhat maka dia telah membebaskan diri dari agama dan harga dirinya. Barang siapa yang terjatuh pada perkara syubhat, maka ia jatuh pada perkara haram. Sebagaimana penggembala yang menggembala di sekitar pagar, maka dia hampir mengenai pagar itu.

Dalam hadits di atas seorang muslim dianjurkan untuk menghindari situasi syubhat. Namun, tidak ada larangan di situ. Ulama menyimpulkan bahwa harta syubhat adalah makruh.

PENDAPAT MADZHAB SYAFI'I TENTANG HARTA CAMPURAN HALAL DAN HARAM

Madzhab Syafi'iyah berpendapat bahwa uang yang bercampur antara halal dan haram hukum penggunaannya adalah makruh. Imam Suyuthi berkata dalam kitab Al-Ashbah wan-Nadzair

ومنها: معاملة من أكثر ماله حرام، إذا لم يعرف عينه لا يحرم في الأصح لكن يكره، وكذا الأخذ من عطايا السلطان، إذا غلب الحرام في يده، كما قال في شرح المهذب: إن المشهور فيه الكراهة لا التحريم، خلافاً للغزالي

Artinya:
Transaksi seseorang yang kebanyakan hartanya haram, apabila tidak diketahui harta apa yang haram, maka tidak haram menurut pendapat yang paling sahih akan tetapi hukumnya makruh. Begitu juga hukum menerima hadiah dari raja apabila mayoritas harta raja itu haram seperti pendapat Nawawi dalam Al-Majmuk Syarah Muhadzab bahwa yang masyhur dalam masalah ini adalah makruh, bukan haram.
Ini berbedda dengan pendapat Al-Ghazali (menurutnya hukumnya haram).

PENDAPAT IMAM MALIK DAN HANAFI TENTANG HARTA SYUBHAT (CAMPUR HALAL HARAM)

Madzhab Malik sependapat dengan madzah Syafi'i bahwa harta yang bercampur antara halal dan haram adalah makruh. Menurut salah satu pendapat dari madzhab Maliki hukumnya haram memakan harta syubhat dan menerima hadiah dari harta syubhat.

Sedang Muhammad bin Mustafa Al Khadimi dari madzhab Hanafi dalam kitab Bariqah Mahmudiyah menyatakan bahwa menurut pendapat terpilih di kalangan ulama Hanafi adalah apabila mayoritas harta itu haram, maka status harta dan penggunaannya adalah haram.
Dan apabila mayoritas dari harta itu halal, maka hukumnya makruh.
Lihat teksnya di bawah:

أن المختار عندهم أنه إن كان الغالب حراماً فحرام، وإن كان الغالب حلالا فموضع توقفنا.

PENDAPAT MADZHAB HANBALI TENTANG HARTA CAMPURAN HALAL DAN HARAM (SYUBHAT)

Ada 4 (empat) pendapat dalam Madzhab Ahmad bin Hanbal (Hanbali) terkait dengan masalah harta syubhat seperti diterangkan oleh Ibnu Muflih dalam kitab Al-Furu' II/660 sbb:

Pertama, apabila diketahui bahwa dalam harta itu terdapat harta halal dan haram, maka hukumnya haram.

Kedua, apabila perkara yang haram itu melebihi 1/3 (sepertiga), maka haram semuanya. Kalau kurang sepertiga maka halal.

Ketiga, apabila yang haram lebih banyak, maka hukumnya haram. Apabila harta yang halal lebih banyak, maka hartanya halal. karena yang sedikit ikut pada yang banyak Seperti dinyatakan Ibnul Jauzi dalam kitab Al-Minhaj.

Keempat, tidak haram secara mutlak. Baik harta yang haram itu sedikit atau banyak tapi makruh. Kemakruhannya meningkat atau menurun berdasarkan kadar banyak atau sedikitnya harta yang haram. Ini pendapat Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni.

MEMAKAN HARTA YANG HALAL ADALAH YANG UTAMA

Namun demikian, memakan harta yang pasti halalnya 100% sangat dianjurkan dalam Islam seperti tersurat dalam QS Al Baqarah 2:172

يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم

(Wahai orang yang beriman, makanlah dari rizi yang halal).

Dalam QS Al-Mukminun 23:51 Allah berfirman:

يا أيها الرسل كلوا من الطيبات واعملوا صالحاً

(Wahai para Rasul makanlah makanan yang baik [halal] dan berbuatlah amal shalih). Dalam hadits sahih riwayat Muslim Nabi bersabda:

إن الله طيب لا يقبل إلا طيباً، وإن الله تعالى أمر المؤمنين بما أمر به المرسلي

Artinya: Allah itu baik dan Ia tidak menerima kecuali perkara yang baik (halal). Allah memerintahkan orang yang beriman perkara yang telah diperintahkan pada para Rasul (yakni untuk memakan makanan halal dalam QS 23:51 di atas).

KESIMPULAN:

1. Harta yang 100% haram, maka haram menggunakannya dan bertransaksi dengannya.
2. Harta syubhat atau campuran halal dan haram hukum menggunakannya adalah makruh.

LINK DISKUSI :
https://www.facebook.com/groups/545259458845146?view=permalink&id=620770547960703&refid=18&ref=stream&_ft_

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © KAJIAN ISLAM SEPUTAR SEKS - DONK 2014-2015
Ikuti Kami di Facebook & Fans Page